Senin, 25 November 2013

165 Atlet ikuti Kejuaraan Pencak Silat Pelajar PSHT Se Cabang Kebumen

KEBUMEN-Antusiasme peserta untuk mengikuti kejuaraan pencak silat pelajar PSHT Cabang kebumen cukup tinggi.
Sebanyak 165 atlit  mengikuti kegitan yang digelar di GOR Indrajaya Klirong Kebumen, 25-26 Juni lalu. Terpilih Juara umum untuk kategori SMP/MTs yakni Tim SMP N 7 kebumen sbagai juara umum 1, Ranting klirong juara umum 2 dan SMP N 2 Pejagoan juara umum 3. untuk kategori SMA/SMK/MA Juara Umum 1 diraih Ranting Alian disusul SMK VIP Al-Huda Juara umum ke 2 dan SMK N 1 Ambal juara umum ke 3. Untuk katgori seni tunggal SD Juara 1 Putra diraih Fahmi dr SD N Gadungrejo Klirong dan untuk Putri diraih Enggal dr SDN Ambalkumolo Buluspesantren.Dalam Even ini juga dipilih pesilat terbaik. Untuk pesilat terbaik SMP putra diraih Ilham dr Alian,sedangkan putri Meilani dr banyumas.untuk Pesilat terbaik SMA putra diraih Anggit dr SMK VIP Al-Huda, putri Sekar Wulandari dr Prembun. Kejuaraan ini memperebutkan piala bergilir Dinas DIKPORA (Pendidikan Pemuda dan Olahraga) Kebumen. Untuk Juara Umum 1 jg memperoleh Piala tetap dr Kepala Dislitbang TNI AD kebumen, Juara Umum 2 mendapatkan piala Ketua IPSI kebumen dan Juara Umum ke 3 memperoleh piala dr ketua Cabang PSHT kebumen yang diketuai Mas Agus Eko purwono, S.Pd. Kedepan kami merencanakan menggelar kegiatan ini secara rutin, kegitan ini juga untuk mengisi liburan sekolah. Disamping itu juga untuk menggairahkan Organisasi PSHT di kebumen. (d’riz)










psht cup

Magetan Juara Umum Kejuaraan PSHT Cup

Madiun (ANTARA News) - Kontingen Magetan berhasil meraih juara umum dalam kejuaraan Pencak Silat Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cup se-Jawa Timur.

Ketua Umum Perguruan Setia Hati Terate (PSHT) Pusat, H. Tarmadji Budi Harsono, Senin, di Madiun, mengatakan bahwa keberhasilan pesilat dari kontingen Magetan tidak luput dari keseriusan dari PSHT cabang Magetan dalam mempersiapkan diri mengikuti PSHT CUP Se-Jatim kali ini.

"Magetan patut mendapatkan itu, karena telah berhasil melahirkan pesilat-pesilat tangguh," katanya.

Menurut dia, dalam penutupan Kejuaraan Pencak Silat PSHT Cup 2007 se Jatim, di Padepokan PSHT, Ahad (15/7) malam merupakan penentuan siapa juara umum dari ketiga kontingen yaitu Madiun-2, Magetan dan Nganjuk yang masuk ke final.

Dalam penutupan tersebut menyisakan dua pertandingan kelas B putra antara Endra S (Madiun-2) vs M Zainurido (Banyuwangi) dan kelas A putri Arum P (Magetan) vs Wahyuni (Tulungagung).

Pertandingan malam itu, lanjut dia, bagi Kontingen Kabupaten Magetan sangat menentukan, karena jika pesilat yang turun kalah, maka juara umum diraih Kontingen Nganjuk yang saat itu meraih tiga emas, empat perak dan lima perunggu. Sedangkan Kontingen Madiun-2 meraih 3-2-3 tetap bercokol diurutan ketiga.

Beruntung, pesilat Arum P dari kontingen magetan mampu mengalahkan Wahyuni dari kontingen Tulungagung, sehingga Kemenangan tersebut membuat Kontingen Kabupaten Magetan mendapat tambahan satu emas.

"Maka, total medali yang diperoleh Magetan adalah 4- 3-2, sekaligus meraih piala tetap, tropi bergilir dan uang pembinaan," ujarnya.

Sementara itu, sejumlah penghargaan juga diberikan untuk pesilat terbaik putra yang diraih Endra S (Madiun-2) dan putri Aniek Nurhayati (Nganjuk).

Kejuaraan tersebut, kata Budi, diharapkan dilaksanakan dalam dua tahunan, sedangkan Event tingkat nasional dan internasional digelar tiap empat tahun sebagai ajang mengasah kemampuan diri. (*)

Sabtu, 23 November 2013

kata-kata mutiara dalam PSHT




sebelum di sah kan menjadi anggota PSHT (warga) pastilah ada kegiatan mencari tanda tangan sebut saja begitu dan arti sebenarnya adalah silaturahmi antara sedulur muda sowan/datang ke sedulur tua yang intinya meminta doa restu dan ular-ular/ wejangan agar nantinya bisa d sahkan dan menjadi warga PSHT yg mampu dan "memiliki budi pekerti yg tinggi tahu benar dan salah" seperti dalam tujuan di PSHT sendiri... berikut adalah beberapa kata-kata dari warga senior yg biasa diberikan kepada adik-adiknya, setiap kata yg di keluarkan oleh para warga senior berbeda orang pasti berbeda kata-katanya sesuai dengan apa yg mereka miliki/alami dalam masa-masa berorganisasi di PSHT :


  • Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala, Hidup itu hendaknya memberi manfaat nagi orang lain disekitar kita, semakin besar manfaat yang bisa kita berikan tentu akan lebih baik, tapi sekecil apapun manfaat yang dapat kita berikan, jangan sampai kita menjadi orang yang meresahkan masyarakat).
  • Memayu Hayuning Bawana, Ambrasta dur Hangkara (Manusia hidup di dunia harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan; serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak).
  • Sura Dira Jayaningrat, Lebur Dening Pangastuti (segala sifat keras hati, picik, angkara murka, hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar)
  • Ngluruk Tanpa Bala, Menang Tanpa Ngasorake, Sekti Tanpa Aji-Aji, Sugih Tanpa Bandha (Berjuang tanpa perlu membawa massa; Menang tanpa merendahkan atau mempermalukan; Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan, kekuatan; kekayaan atau keturunan; Kaya tanpa didasari kebendaan)
  • Datan Serik Lamun Ketaman, Datan Susah Lamun Kelangan (Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri; Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu).
  • Aja Gumunan, Aja Getunan, Aja Kagetan, Aja Aleman (Jangan mudah terheran-heran; Jangan mudah menyesal; Jangan mudah terkejut-kejut; Jangan mudah kolokan atau manja).
  • Aja Ketungkul Marang Kalungguhan, Kadonyan lan Kemareman (Janganlah terobsesi atau terkungkung oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan dan kepuasan duniawi).
  • Aja Kuminter Mundak Keblinger, Aja Cidra Mundak Cilaka (Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah;Jjangan suka berbuat curang agar tidak celaka).
  • Aja Milik Barang Kang Melok, Aja Mangro Mundak Kendo (Jangan tergiur oleh hal-hal yang tampak mewah, cantik, indah; Jangan berfikir mendua agar tidak kendor niat dan kendor semangat).
  • Aja Adigang, Adigung, Adiguna (Jangan sok kuasa, sok besar, sok sakti).
  • sepiro gedhene sengsoro yen tinompo amung dhadi cubo( seberapa besar masalh jika diterima dengan lapang/ikhlas hanya menjadi cobaan/ringan
  • ngeli yo ngeli neng ojo sampek keli (mengalir dalam kehidupan boleh saja tapi jangan sampai terbawa)
  • iso o urip sajroning urip ojo mung urip uripan (hiduplah yg benar2 hidup jangan cuma hidup hidupan)